Dolar AS Masih Bergerak Naik Jelang Rapat Moneter the Fed

Dolar AS Masih Bergerak Naik Jelang Rapat Moneter the Fed

eInvesting.com - Dolar Amerika Serikat masih bergerak naik pada Selasa (27/07) petang sebelum dimulainya pertemuan Federal Reserve AS terbaru yang dapat memberikan petunjuk tindakan kebijakan di masa depan.Pada pukul 15.01 WIB, indeks dolar AS terus naik 0,11% di 92,755 menurut data Investing.com.USD/JPY turun 0,23% di 110,08, GBP/USD melemah 0,23% di 1,3784, EUR/USD juga turun 0,14% ke 1,1782, sedangkan AUD/USD melemah 0,40% di 0,7351.Di Indonesia, rupiah ditutup sedikit melemah 0,09% ke 14.492,5 per dolar AS sampai pukul 14.59 WIB.Gerak perdagangan kemungkinan akan kecil pada hari Selasa di awal pertemuan dua hari Federal Reserve, yang berakhir pada Rabu setempat. Bank sentral ini diperkirakan tidak melakukan perubahan kebijakan pada pertemuan tersebut, tetapi trader akan mengamati diskusi tentang waktu penghapusan pembelian obligasi bank sentral serta pemikiran anggota atas kenaikan tingkat inflasi yang ada saat ini.“Awal musim gugur yang menarik akan datang dengan keputusan pengurangan aset (tapering) yang menentukan akan diambil di dalam Fed dan ECB. Kami menemukan bahwa ruang lingkup untuk proses tapering agresif lebih baik di AS dibandingkan dengan area Euro, karena pemulihan ekonomi (jauh) lebih cepat di AS. Oleh karena itu, kami melihat potensi penguatan USD,” ungkap analis Nordea dalam catatan.Adapun, USD/CNY menguat 0,34% ke 6,5043 pukul 15.07 WIB setelah pertumbuhan laba di perusahaan industri China mengalami perlambatan empat bulan berturut-turut di bulan Juni, naik 20% tahun ke tahun di bulan Juni setelah peningkatan 36,4% di bulan Mei.Pasangan ini telah naik sekitar 0,4% selama bulan lalu dan yuan dibebani oleh tindakan keras peraturan China serta China melaporkan kasus Covid paling banyak pada hari Senin sejak akhir Januari.EUR/HUF naik 0,23% ke 361,955 dan USD/HUF menguat 0,42% ke 307,30 menjelang pertemuan terakhir bank sentral Hongaria, yang diperkirakan akan menghasilkan peningkatan suku bunga kedua dalam beberapa bulan untuk memerangi kenaikan tinggi harga.Sebagian besar analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan tingkat dasar akan bertambah 15 basis poin dari 0,90% saat ini, tetapi beberapa analis memperkirakan kenaikan yang lebih besar.