Dolar AS Melemah Tipis, Rilis Data Ketenagakerjaan Jadi Fokus

Dolar AS Melemah Tipis, Rilis Data Ketenagakerjaan Jadi Fokus

eInvesting.com - Dolar Amerika Serikat melemah tipis pada Selasa (03/08) petang dalam kisaran perdagangan yang ketat dan trader tampaknya enggan mengambil posisi yang besar menjelang rilis data ketenagakerjaan utama AS pada minggu ini.Pada pukul 15.06 WIB, indeks dolar AS turun tipis 0,06% ke 92,007 menurut data Investing.com.USD/JPY turun 0,04% ke 109,24, GBP/USD naik 0,26% di 1,3917 dan EUR/USDĀ 0,01% di 1,1879.Dolar AS telah cenderung bergerak lebih rendah sejak Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan pekan lalu bahwa kenaikan suku bunga masih jauh, jatuh ke level terendah 91,775 pada hari Jumat, titik terlemah sejak 28 Juni.Laporan Institute for Supply Management pada hari Senin menunjukkan pertumbuhan manufaktur Juli AS melambat dua bulan berturut-turut, rilis yang memainkan keyakinan Powell bahwa lebih banyak kemajuan ekonomi diperlukan sebelum bank sentral mulai mengurangi besarnya program pembelian obligasi.Data ekonomi Selasa nanti berpusat di sekitar pesanan pabrik Juni, yang diperkirakan tumbuh 1,0% pada bulan tersebut, melambat dari pertumbuhan 1,7% bulan sebelumnya.Tetapi semua mata akan tertuju pada laporan pekerjaan resmi hari Jumat yang akan memberikan beberapa indikasi tentang seberapa berkelanjutannya pemulihan AS pada bulan bulan Juli. Ekonom memperkirakan peningkatan sebanyak 900.000 pekerjaan, yang akan menjadi peningkatan terbesar selama 11 bulan.Adapun, AUD/USD naik 0,41% ke 0,7390 pukul 15.14 WIB setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mengejutkan pasar dengan mempertahankan rencananya untuk mengurangi pembelian obligasi bahkan dengan kebijakan lockdown terkait Covid-19 di sejumlah kota kemungkinan akan menghambat pemulihan ekonomi negara itu.Banyak trader mengharapkan bank sentral untuk mengubah rencana pengurangannya mengingat gelombang baru kasus Covid-19, tetapi langkah ini menunjukkan keyakinan mendasar bahwa ekonomi akan bangkit kembali dengan cepat setelah pembatasan dihapus.USD/TRY turun 0,24% ke 8.3243 pukul 15.17 WIB menjelang rilis data inflasi Turki yang terbaru, yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga bank sentral.Inflasi kemungkinan akan naik ke 18,6% tahunan pada bulan Juli, atau naik dari 17,5% pada bulan Juni, menurut survei analis Bloomberg, yang kemungkinan akan mengurangi potensi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.